Exotica Indonesia , Dapatkan disini, semua info lengkap tentang perjalanan wisata dan obyek wisata Indonesia!

Tags

Ayo Komentar...


ShoutMix chat widget

Maskapai Penerbangan

Garuda Indonesia Airlines AirAsia Airlines
Mandala Airlines Mandala Airlines
Mandala Airlines Mandala Airlines
Mandala Airlines Mandala Airlines
 
 
   
   

Exotica Indonesia Subscribe!

Share/Save/Bookmark




undefined

Kepulauan Bangka Belitung atau lebih populer dengan sebutan Babel merupakan provinsi baru dari pecahan Sumatera Selatan. Kepulauan dengan luas 81.724,74 km2 dan berpenduduk 1.000.177 jiwa ini merupakan provinsi yang kaya akan wisata baharinya. Dengan ibukota Pangkal Pinang yang disahkan pada 9 Februari 2002, Kepulauan Babel sejak dahulu terkenal dengan hasil tambang timah dan lada putihnya.

Membicarakan akan wisata baharinya, Babel mempunyai beberapa pantai yang sangat begitu indah dan mempesona. Pantai Pasir Padi merupakan salah satu dari sekian pantai yang menyimpan keindahan yang sangat menawan. Bagi warga Pangkalpinang, kota berpenduduk sekitar 134.000 jiwa, Pasir Padi merupakan satu-satunya tempat wisata pantai di kota itu. Pantai ini terletak di Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang. Pantai yang menghadap Laut Cina Selatan ini memiliki dasar pantai landai sejauh 100-300 meter ke arah laut. Ombak laut yang begitu tenang membuat pantai itu terasa aman untuk mandi.

Decak kagum terasa ketika melihat keindahan pemandangan pantai dengan lautnya yang membiru serta berpasir bersih memanjang sejauh mata memandang. Sebuah keindahan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Di pantai ini selain berenang, para wisatawan juga bisa berlayar menuju dua pulau kecil yang terletak sekitar 2 mil dari bibir pantai dengan menggunakan perahu-perahu layar milik nelayan. Dua Pulau tersebut yaitu; Pulau Panjang dan pulau Semajun. Di Pulau Panjang kita bisa melihat kesibukan para keluarga nelayan serta membeli dan menikmati hasil tangkapan mereka seperti; ikan, kepiting, dan sebagainya. Lain halnya di Pulau Semajun, sebuah pulau kecil yang tidak berpenghuni.

Jika hari-hari libur, pantai ini dipenuhi oleh para pengunjung yang ingin berenang atau merasakan hangatnya matahari dengan berjemur. Selain itu, pengunjung rutin yang menikmati keindahan pantai itu adalah puluhan anak muda yang bertempat tinggal di desa-desa sekitar pantai. Mereka datang bukan untuk mandi di pantai atau sekadar berjemur, tetapi bermain sepak bola.

Di pantai mobil-mobil para pengunjung pun dengan bebas berlalu lalang di hamparan pasir pantai. Kerasnya pasir pantai, baik yang basah maupun yang kering, menyebabkan roda tidak amblas ke dalam pasir. Pantai ini pun sering dijadikan arena adu balap motor. Fasilitas-fasilitas penunjang seperti, tempat penginapan, restoran dan tempat pemancingan terdapat disana.

Sebagai propinsi kepulauan, Bangka Belitung memiliki potensi yang sangat besar dalam bidang pariwisata bahari. Hampir semua pantai di Kepulauan ini adalah merupakan tipikal pantai santai yang berpasir putih dengan ombak yang sangat tenang. Pantai-pantai yang sangat landai tersebut masih sangat bersih dan alami karena tingkat polusi tanah dan air yang belum terlalu besar di lingkungan pesisir.

sumber : http://www.explore-indo.com/



PUNCAK MERAPI & KALIURANG

> Posted by admin in Jawa
12 28th, 2009

Gunung Merapi, merupakan satu satunya gunung berapi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Letaknya kurang lebih 30 kilometer, sebelah Utara kota Yogyakarta dan puncaknya berupa dataran pasir yang tidak rata, seluas lebih kurang 4 hektar, dengan beberapa lubang kepundan yang satu sua diantaranya selalu mengepulkan asap tebal, menandai gunung Merapi masih aktif bekerja.

Bilamana gunung ini menunjukan kedahsyatan erupsinya, masyarakat Yogyakarta dapat menyaksikan gumpalan asapnya yang berwarna putih kelabu atau kehitaman-hitaman mengepul keatas yang dari kejauhan nampak seperti timbunan bulu domba. Akan tetapi bilaman gungung itu dalam keadaan “tenang”, pesonanya demikian memukau, sehingga merangsang para remajayang ingin berpetualang mendaki gunung dan para pecinta olahraga mendaki gunung untuk menaklukan puncaknya

Bagi yang kurang berminat melakukan pendakian sampai ke puncak masih dapat memuaskan hasrat hatinya untuk mengagumi kedahsyatan yang indah dari gunung Merapi ini, dari daerah Bebeng yang terletak lebih kurang 2 kilometer disebelah tenggara daerah Kaliurang, atau bisa juga melihat dari daerah Turi, lebih kurang 5 km disebelah barat daerah Kaliurang, jika ingin menyaksikan puncak Merapi dari kejauhan secara jelas, dapat digunakan teropong pengamat dari Pos Pengamatan Gunung Merapi di Plawangan



YOGYAKARTA

> Posted by admin in Lain-Lain
12 27th, 2009

JOGJA atau YOGYAKARTA adalah daerah tujuan wisata utama di Pulau Jawa - Indonesia. YogYES.COM menyediakan informasi lengkap tentang obyek wisata, hotel, restoran, biro wisata dan layanan terkait wisata Jogja / Yogyakarta lainnya.

Explore Yogyakarta with Our Interactive Map

Jogja / Yogyakarta

Jogja (beberapa orang menyebutnya Yogyakarta, Jogjakarta, atau Yogya) adalah kota yang terkenal akan sejarah dan warisan budayanya. Jogja merupakan pusat kerajaan Mataram (1575-1640), dan sampai sekarang ada Kraton (Istana) yang masih berfungsi dalam arti yang sesungguhnya. Jogja juga memiliki banyak candi berusia ribuan tahun yang merupakan peninggalan kerajaan-kerajaan besar jaman dahulu, di antaranya adalah Candi Borobudur yang dibangun pada abad ke-9 oleh dinasti Syailendra.

Selain warisan budaya, Jogja memiliki panorama alam yang indah. Hamparan sawah nan hijau menyelimuti daerah pinggiran dengan Gunung Merapi tampak sebagai latar belakangnya. Pantai-pantai yang masih alami dengan mudah ditemukan di sebelah selatan Jogja.

Masyarakat di sini hidup dalam damai dan memiliki keramahan yang khas. Cobalah untuk mengelilingi kota dengan sepeda, becak, ataupun andong; Anda akan menemukan senyum yang tulus dan sapaan yang hangat di setiap sudut kota. Tanpa anda sadari, tiba-tiba anda akan merasa seperti sedang berada di rumah sendiri.

Atmosfir seni begitu terasa di Jogja. Malioboro, yang merupakan urat nadi Jogja, dibanjiri barang kerajinan dari segenap penjuru. Musisi jalanan pun selalu siap menghibur pengunjung warung-warung lesehan.

Banyak orang yang pernah berkunjung ke Jogja mengatakan bahwa kota ini selalu bikin kangen. Berkunjunglah ke sini, Anda pasti akan mengerti sebabnya.

Transportasi ke Jogja:

  • Kereta Api
    Anda bisa mencapai Jogja dengan kereta api dari Jakarta, Bandung, atau Surabaya.
  • Bis
    Jogja bisa dicapai dengan bis dari Pulau Sumatera, Pulau Bali, dan hampir semua kota di Pulau Jawa.
  • Pesawat
    Saat ini telah tersedia penerbangan langsung Kuala Lumpur - Jogja. Juga tersedia penerbangan domestik Jakarta-Jogja, Denpasar-Jogja, Balikpapan-Jogja, dan masih banyak lagi. Silakan lihat Jadwal Penerbangan Regular Yogyakarta.

sumber : yogyes.com



Wisata Kota Malang

> Posted by admin in Jawa
09 25th, 2009

Kasembon Rafting

Mencapai lokasi Kasembon Rafting tidak terlalu sulit, perjalanan dari arah kota Malang dapat ditempuh sekitar 45 menit perjalanan sedangkan dari arah kota Kediri dapat ditempuh sekitar satu jam perjalanan dengan kendaraan pribadi. Dari Kota Malang para rafter harus menuju arah barat melewati kota Batu-Pujon-Kasembon. Sedang dari kota Kediri Para Rafter menuju arah timur melewati kota Pare-Kandangan-Kasembon. Infrastuktur yang cukup baik dengan ditunjang penunjuk arah ke lokasi disisi-sisi jalan menuju lokasi menjadikan para rafter akan mudah mencapai lokasi tersebut. Tempat rafting ini memiliki aliran spoting atau irigasi murni sehingga debit aliran dari sungai ini dapat dibesarkan atau dikecilkan. Adanya aliran spoting ini maka dapat mempermudah bagi rafter-rafter pemula maupun profesional untuk mencoba seberapa besar tingkat difficulty yang mereka inginkan. Setelah dibuka selama satu tahun saat ini tempat rafting ini setiap hari selalu dikunjungi oleh pengunjung yang ingin mencoba berrafting dengan rata-rata pengunjung perbulan yang datang yaitu 200 orang yang berasal dari kalangan eksekutif muda, rafter profesional, para penggila olahraga Adventure, aktivis lingkungan dan karyawan-karyawan dari instansi-instansi swata maupun pemerintah. Tarif per paket untuk dapat melakukan rafting ditempat ini yaitu pada hari biasa Rp100.000, sedangkan tarif pada Weekend day yaitu Rp125.000, dan pengunjung juga akan mendapatkan fasilitas-fasilitas seperti soft drink, Perlengkapan standar rafting, kendaraan penjemput dari finish hingga kembali ke shelter, guide profesional , air mineral, snack, kelapa muda, makan siang dan asuransi dari pengelola tempat ini. Selain itu adanya tempat rafting ini juga mampu meningkatkan kecintaan remaja sekitar terhadap olah raga ini dengan dibantu para rafter profesional para remaja sekitar diajari tehnik-tehnik rafting yang baik. Saat ini banyak dari remaja sekitar yang sudah menjadi guide-guide profesional dan mampu mendampingi para rafter yang ingin mencoba rafting ditempat ini. Bakat alami yang dimiliki remaja sekitar tempat rafting ini sangat baik sehingga dalam kurun waktu beberapa bulan saja belajar rafting mereka mampu meraih gelar juara umum ke II tingkat nasional di Sungai Serayu Kabupaten Banjarnegara Propinsi Jawa Tengah pada 21-23 Juli 2006, remaja-remaja tersebut menyabet gelar juara pada beberapa kategori yang dilombakan yang diajang tersebut, beberapa kategori yang mereka raih yaitu untuk kategori Slalom mereka mendapat gelar Juara I, untuk kategori Head to Head mendapat gelar Juara II dan kategori Down river mendapat gelar juara III. Sumber data: http://mapala.net/archives/296 Read the rest of this entry »



09 1st, 2009

Goa Giri Putri, salah satu dari sekian banyak obyek wisata spiritual, kini mulai menjadi perhatian para pelancong yang berkunjung ke Pulau Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali. Masyarakat (baca umat Hindu) yang datang ke tempat itu umumnya punya satu tujuan, yakni melakukan persembahyangan, terkait dengan perjalanan spiritual atau “Tirta Yatra” ke beberapa tempat suci di Nusa Penida yang daerahnya dikenal tandus.

Dari penuturan beberapa tokoh masyarakat Nusa Penida, Goa Giri Putri yang terletak di Dusun Karangasri, Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida, selain memiliki beberapa keunikan yang sulit dicerna nalar, juga dianggap pas untuk melakukan ‘komunikasi’ transendental karena suasananya yang hening.

Menurut seorang kuncen (penunggu goa) tersebut, Pan Kerti, salah satu keajaiban yang dimiliki Goa Giri Putri adalah air suci (tirta) yang tidak pernah habis, walaupun sudah diambil berkali-kali oleh para pemedek (umat yang melakukan persembahyangan) yang datang ke tempat itu.

“Tirta ini tidak pernah menyusut walau musim kemarau, serta tidak pula meluber pada musim hujan dan tidak diambil dalam waktu cukup lama. Inilah salah satu bentuk kejaiban yang dimiliki Goa Giri Putri,” tuturnya, sembari menunjukkan lokasi air suci yang berada di salah satu lorong goa itu.

Keajaiban lain, yaitu adanya tetesan air dari langit-langit goa ke bagian lantai yang kemudian membatu dan menyerupai stupa. Goa yang oleh masyarakat setempat dikeramatkan itu diperkirakan telah berusia ratusan tahun. Di dalam goa terdapat empat “pelinggih” (tempat untuk sembahyang), sedang di luar goa ada satu pelinggih. Umat yang ingin bersembahyang di dalam goa, terlebih dahulu diwajibkan melakukan persembahyangan ‘matur piuning’ (permisi) di depan pelinggih yang ada di luar goa.

Untuk dapat mencapai mulut goa yang terletak di lereng bukit ‘berbunga’ karang itu, pengunjung harus terlebih dahulu menaiki lebih dari seratus anak tangga. Goa Giri Putri terkesan unik, karena setiap orang yang ingin masuk ke dalam goa harus terlebih dahulu memasuki mulut goa yang tidak begitu besar (seukuran badan), sehingga untuk bisa memasuki goa harus satu per satu.

Saat melewati mulut goa pun mereka yang masuk harus tiarap dan membungkuk dalam beberapa meter karena adanya tonjolan-tonjolan batu. Namun, setelah membungkuk sekitar lima meter mereka akan menemukan ruangan besar dengan garis tengah kurang lebih 60 meter dan memanjang sekitar 200 meter.

Sementara di bagian utara dinding gua dipasang beberapa lampu listrik untuk penerang umat yang ingin bersembahyang ke tempat itu. Selain lampu listrik, kuncen (penjaga gua) juga menyewakan lampu petromak untuk umat yang ingin bersembahyang. Bagian ujung goa, tembus ke dinding jurang yang di bagian bawahnya membentang sungai kering.

Menurut warga setempat, sungai tersebut hanya berair sewaktu-waktu apabila hujan turun cukup deras di bagian hulu sungai yang adalah bukit kecil yang rimbun dengan pepohonan. Untuk mencapai Goa Giri Putri dibutuhkan waktu sekitar 35 menit dari Pelabuhan Buyuk atau 25 menit dari Kota Sampalan (kota Kecamatan Nusa Penida) dengan menumpang kendaraan umum.

I Dewa Koming, petugas pada biro jasa Nusa Garden Bungalow, mengatakan bahwa pihaknya kini mulai kebanjiran tamu yang ingin melakukan perjalanan wisata spiritual ke beberapa tempat suci di Nusa Penida, termasuk Goa Giri Putri. Di antara tempat suci yang paling banyak menjadi sasaran kunjungan spiritual adalah Pura Penataran Ped, Pura Puncak Mundi, Pura Batu Mas Kuning, dan Goa Giri Putri.

Di keempat tempat suci tersebut, masyarakat, khususnya umat Hindu, melakukan persembahyangan untuk memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan penghuni gaib yang bersetana (tinggal) di tempat suci tersebut. Mereka, kata Koming, datang secara perorangan maupun berkelompok dengan membawa perlengkapan sembahyang seperti sesajen (banten) dan dupa (hio). Tidak jarang pula, mereka yang datang bersembahyang ataupun “Bertirta Yatra” ke Nusa Penida, bermalam di salah satu tempat suci tersebut.

“Tidak sedikit para pemedek yang tangkil (umat yang sembahyang) ke mari memilih untuk makemit (bermalam) di salah satu pura yang sebelumnya sudah ditentukan. Biasanya mereka yang bermalam di pura sebelumnya memang sudah diniatkan dari rumah atau karena alasan melakukan kaul,” urainya.

Namun dari sekian banyak pura (tempat suci) yang ada di Nusa Penida, yang paling berkarisma adalah Pura Penataran Ped. Hal ini ditunjukkan oleh besarnya animo masyarakat, baik dari Bali sendiri maupun dari luar Bali yang melakukan persembahyangan ke tempat tersebut, terutama saat berlangsung “Penirtaan”.

Tidak itu saja, kata Koming, “khusus ke pura yang satu ini yang datang sembahyang bukan saja umat Hindu, tetapi juga dari umat lain, termasuk beberapa pejabat penting dari Jakarta”. Makanya tidak mengherankan, hampir di seluruh Bali dan daerah-daerah di mana ada transmigran asal Bali dipastikan punya “penyungsungan” (tempat pemujaan) pura Penataran Ped. “Dari cerita para transmigran Bali di luar daerah, mereka benar-benar merasa dilindungi dari marabahaya apabila di rumahnya terdapat tempat pemujaan Betara Penataran Ped,” kata Koming.

Dari informasi yang didapat, banyak transmigran asal Bali tiba-tiba tubuhnya menjadi kebal (tidak mempan dibacok senjata tajam) karena “nyungsung” Ida Batara Penataran Ped. “Mereka yakin, semua itu bisa terjadi karena dilindungi oleh Ida Batara Penataran Ped,” tutur Koming, dengan raut wajah serius.

Prospektif Paket wisata khusus, berupa wisata spiritual atau religius kini makin marak dan banyak diminati wisatawan mancanegara (wisman) terutama Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

“Biasanya para wisatawan asal AS, Australia, India, Jepang, dan Eropa yang suka wisata khusus itu datang secara berkelompok, masing-masing berjumlah 15 sampai 20 orang,” ungkap Anak Agung Prana, Managing Director Nagasari Tour, Denpasar.

Bali yang masih kental dengan adat istiadat dan kegiatan pariwisata budaya bernafaskan Agama Hindu, sangat potensial bagi pengembangan paket wisata khusus bernuansa religius spiritual. Prana mengemukakan, paket wisata khusus spritual tersebut, biasanya dikelola atau dikoordinir oleh lembaga yoga atau kelompok negara asal turis yang bergelut dibidang olah batin.

“Para turis yang berminat pada wisata spiritual itu, umunya mendatangi beberapa tempat yang dianggap ‘angker’ dan bertaksu, sebagai tempat untuk yoga atau meditasi,” tuturnya.

Setelah melakukan yoga atau meditasi, para turis tersebut menyerap energi dan kekuatan alam, untuk kemudian dikonversikan sebagai kekuatan baru untuk menghilangkan stres.

Tidak itu saja, para turis juga mengunjungi para dukun atau balian untuk mengasah kemampuan spiritual yang telah mereka miliki.

“Bahkan, tak jarang mereka melakukan adu kemampuan dengan dukun yang didatangi,” paparnya.

“Ketika orang-orang modern mulai lelah, capek menghadapi himpitan hidup, sebagian dari mereka mencari suasana yang lain. Terutama dengan kembali kepada kekuatan alam,”

Menyinggung beberapa tempat yang biasa dikunjungi sebagai obyek wisata spritual, Prana menyebutkan sebagian besar berada di Kabupaten Karangasem dan Bali bagian barat.

Selain itu, hal lain terkait paket wisata spiritual itu adalah dengan mendatangi sejumlah pura yang dianggap memiliki kekuatan supranatural.

Empat pura penjaga Bali seperti Pura Besakih yang terletak di kaki Gunung Agung, Pura Ulu Watu (Selatan), Pura Batu Karu (Barat), dan Pura Lempuyangan (Timur), sering menjadi tempat bagi para turis untuk meditasi dan bersemadi, mentautkan antara kebatinan manusia dengan alam lingkungannya, ungkap Prana.

Tentang tudingan kegiatan wisata spiritual sebagai upaya ‘menjual’ inti paling dalam Bali, ia menilai sebagai tindakan yang tidak perlu ditanggapi karena hal itu tidak benar sama sekali. “Kami hanya menyediakan transportasi, penginapan dan akomodasi secukupnya.

Selebihnya mereka sendiri yang menjalaninya, sampai-sampai ada yang minta ditemani Pedanda (tokoh agama) untuk memudahkan dalam berolah bathin,” ucapnya.

S Sastradhinata Penulis Anspek.

sumber : http://www.parisada.org



« Older Entries